Minggu, 09 Januari 2011

Garuda Menang Mental

Garuda Menang Mental
Kalahkan CLS setelah Nyaris Selalu Tertinggal
Keyakinan Garuda Flexi Bandung telah bangkit dari keterpurukan yang mereka alami pada seri pertama dan kedua bukan isapan jempol belaka. Setelah kalah oleh Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta Sabtu lalu (8/1), mereka langsung bangkit kemarin (9/1). Garuda menekuk tim kuat lainnya, Nuvo CLS Knights, 59-62 dalam lanjutan seri keempat National Basketball League (NBL) Indonesia di GOR Merpati, Denpasar.
”Mental yang berbicara. Anak-anak banyak melakukan kesalahan sendiri. Misalnya, salah passing. Itu bukan masalah teknik. Tapi, sudah mental,” sesal Risdianto, asisten pelatih CLS, saat ditemui setelah pertandingan kemarin.
CLS yang pernah menghajar Garuda dengan skor telak pada seri pertama sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik. Pada kuater kedua, Agustinus Indrajaya bahkan sempat unggul delapan poin. Pada akhir kuarter ketiga pun, CLS masih leading 45-42.
Namun, pada kuarter keempat, Garuda mendapatkan momentum. Mereka berhasil menyalip dan menjaganya sampai akhir pertandingan.
Saat kuarter keempat tersisa 55 detik, CLS tertinggal 57-60. Forward CLS Dwi Haryoko saat itu berpeluang menyamakan kedudukan karena dilanggar pemain Garuda ketika memasukkan bola. Sayang, peluang three point-play tersebut sia-sia karena satu tembakan bebasnya tidak masuk. Kalau saja itu masuk, poin akan sama 60-60.
Setelah itu, CLS sebenarnya masih memiliki peluang. Saat pertandingan tersisa 20 detik, CLS menguasai bola. Namun, Rachmad Febri Utomo melakukan kesalahan saat memberikan umpan kepada Indrajaya. Bola dapat di-steal Denny Sumargo yang berhasil dipungkasi dengan dua layup sempurna yang memberikan tambahan dua poin untuk Garuda. CLS pun kalah 59-62.
Dalam laga tersebut, kepemimpinan Denny patut diacungi jempol. Selain menjadi top scorer untuk Garuda dengan 13 poin, dia menunjukkan mental baja. Pada kuarter ketiga, mata kanannya lebam karena dia terpeleset dan mukanya menghantam lantai. Lebam di mata kanan tidak mengganggu permainan Denny.
”Ini kebiasaan kami kalau sedang leading. Pasti kami lengah sehingga lawan mampu mengambil momentum. Kami sebenarnya mem-pressing pemain Garuda dengan baik, tapi saat memasuki titik krusial, kami malah lengah,” sesal Indrajaya.
”Anak-anak tak memikirkan menang atau kalah di pertandingan tadi. Makanya, mereka bisa tampil rileks. Semangat anak-anak hari ini (9/1, Red) luar biasa. Ini adalah bentuk per mainan yang sebenarnya saya inginkan,” terang Johannis Winar, arsitek Garuda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar